Selasa, 29 Oktober 2013

Kamu.. Brondong misterius ku ;;)

Aku tidak akan melupakan kejadian kecil ini.
Kejadian yang mempertemukan aku denganmu.
Kejadian yang sampai saat ini membuat ku ingin terus mengingatmu.

Waktu itu, saat Masa Orientasi Siswa kau berbaris di barisan kedua paling pojok. Kau memakai baju putih-biru dengan topi kerucut berwarna merah. Aku masih bisa melihatmu dengan jelas dari lantai 2.Wajahmu putih, hidung mancung, alis sedikit tebal, dan bibir yang tipis. Sempurna..

Saat itu tak sengaja mata kita bertemu, ahh entah apa yang ada di fikiranku saat itu. Aku ingin memilikimu. Saat mata kita bertemu, kau tersenyum ke arahku (mungkin) tapi bisa saja kau tersenyum ke seseorang di sampingku.. Aku tidak peduli, yang terpenting kau tersenyum, entah ke arah siapa. Tapi aku (berharap) kau memberikan senyuman itu untukku.

Aku melihat wajahmu dengan begitu jelas, kau sedang mendengarkan dan memperhatikan kakak OSIS itu berbicara. Dengan tampang mu yang serius itu, tiba-tiba kau tertawa. Entah lelucon apa yang sudah di buat oleh kakak OSIS itu sehingga membuatmu tertawa.

Tawa kecil yang keluar dari bibirmu itu menceriakan hatiku. Indah. Aku hanya bisa tersenyum dan terus memandangimu. Tapi ternyata aku tak bisa memandangimu lebih lama lagi. Aku harus masuk kelas untuk mengikuti pelajaran. Dan aku berharap, kita bisa bertemu esok hari. Brondong misteriusku :)

Rabu, 28 Agustus 2013

Jatuh Cinta Karena Terbiasa (Part 2)

Tanganku memegang sebuah kotak kecil yang ku simpan di atas lemari bajuku. Kotak yang mengingatkanku tentangmu. Ketika aku membuka kotak tersebut, aku memang kembali mengingatmu. Ternyata isi dari korak kecil ini adalah smeua pemberian darimu.

Kamu tahu? Semenjak kamu pergi begitu saja dari hidupku, aku merasa dunia ini sepi. Tak ada lagi kamu yang selalu mengantarkan bubur kesukaanku. Tak ada lagi kamu yang menemaniku melalui malam yang sepi. Nyatanya memang kau sudah pergi menjauh.

Sayang? Aku merindukanmu. Merindukan semua yang pernah kita lalui. Kenangan tentangmu masih teringat jelas di fikiranku. Tapi itu dulu, Saat ini aku sedang dekat dengan seorang wanita. Dia mirip sepertimu. Dia lucu, baik, dan perhatian. Kami satu sekolah, dan aku menyukainya.
Rasa yang saat ini aku alami, sama seperti dulu kerika aku menyukaimu. Awalnya, aku memang tidak bisa melupakanmu. Tapi karena aku terbiasa tanpamu, sekarang aku sudah bisa menghilangkan perasaan ini padamu.

Mungkin kamu ada benarnya juga, kamu bilang “jatuh cinta itu datang karena terbiasa” nyatanya memang begitu. Aku jatuh cinta adanya karena terbiasa,  biasa barengbareng, biasa mengerjakam tugas bareng, sama seperti kita dulu.

Sayang, sampai detik ini. Ketika aku menuliskan surat ini. Aku belum bisa menghilangkan kenangan kita. Walaupun kini aku mencintai wanita lain. Tapi aku masih mengingat kenangan kita. Bukankah manusia tidak akan bisa melupakan kenangan? Move on bukan berarti menghilangkan ingatan, tapi move on itu berarti menghilangkan perasaan :)


Sekali lagi kau benar. Aku jatuh cinta padanya karena terbiasa :)

Jumat, 16 Agustus 2013

Jatuh Cinta Karena Terbiasa (part1)

Katamu "aku yakin kamu pasti bisa jatuh cinta padanya. Ingat, jatuh cinta datang karena terbiasa"

Aku mengingat kejadian beberapa hari yang lalu. Ketika kita sedang makan di sebuah rumah makan yang sederhana. Saat kau menatapku, aku bisa merasakan tatapan itu lagi. Tatapan itu bilang padaku bahwa saat ini kau sedang membutuhkan seorang pria yang bisa ada disaat kau membutuhkannya. Aku tahu, tentu saja pria itu bukan aku.

Kau sedang mengharapkannya, seorang pria yang selama ini kau idamkan. Bagiku, pria itu sempurna. Sangat sempurna. Lalu kamu meneruskan pembicaraan kita yang sempat terputus tadi. "kau menyukainya?" tanyamu tiba-tiba. "bisa jadi, dia sama sepertimu, dia baik, manis, tapi rasanya sulit untuk mencintainya" ucapku dengan sedikit senyuman.

"kenapa? Bukankah wanita itu sama sepertiku? Lalu kenapa kau tak bisa mencintainya?" tanyamu lagi. "dia memang sama sepertimu. Tapi dia tak sepenuhnya bisa mengantikanmu! Dia hanya bisa mengisi seperempat hatiku. Dia tak bisa menggantikanmu!!" ucapku. Sepertinya airmata ku mulai menetes. Jangan salah sangka dulu, aku bukan pria lemah. Ketika hatinya merasa tersakiti, terkadang pria sekuat apapun, pasti akan menangis.

"sudahlah kau jangan menangis, aku tak bisa melihatmu menangis" ucapmu. Lalu kau menawarkan ku sebuah pelukan. Aku bisa merasakan itu lagi, pelukan yang hangat yang bisa membuat airmataku berhenti sejenak. "aku tak ingin kau terus mengharapkanku. Aku ingin melihatmu bahagia. Aku tahu, aku tidak akan bisa membuatmu bahagia, jadi pergilah bersamanya" ucapmu singkat.

"aku tahu, tapi aku lebih mencintaimu. Aku hanya sedikit menyukainya" ucapku. "aku yakin kamu pasti bisa jatuh cinta padanya. Ingat, jatuh cinta datang karena terbiasa" jawabmu. Kamu tersenyum tipis. Ah, aku merindukan senyuman itu.

"ya, kamu benar. Jatuh cinta datang karena terbiasa. Sama seperti kita dulu" ucapku. "pergilah, kau pasti bahagia bersamanya" ucapmu singkat. Kemudian kau pergi dengan menggandeng seorang pria yang daritadi memperhatikan kita dari luar cafe. Seorang pria yang kau cintai dan kau harapkan. Kau benar, jatuh cinta datang karena terbiasa. Jatuh cinta karena terbiasa. Aku akan mencobanya.

Kamis, 27 Juni 2013

Tersirat sebuah memori lama :')

"Tulisan ini untuk ikut kompetisi @_PlotPoint: buku Catatan si Anak Magang Film "Cinta Dalam Kardus" yang tayang di bioskop mulai 13 Juni 2013"


Aku kembali menatap kardus yang ada di depanku. Kardus ini mengingatkan ku dengan seorang cowok yang pernah mengisi hari-hariku. Hubungan ku dengannya bertahan cukup lama, hampir satu tahun. Hubungan yang awalnya benar-benar membuatku bahagia, tetapi pada akhirnya membuatku kembali merasakan sakit hati.
Jujur, ada sedikit kebencian yang terpendam di hati ini. Tapi aku tidak bisa mengungkapkan ini padanya. Dia sungguh jahat!! Tak ada sepatah kata maaf yang terucap dari mulutnya, seakan akan dia tak mempunyai salah apapun padaku. Ini memang menyakitkan.
Aku kembali menatap kardus yang ada di depanku. Ada sebuah boneka sapi yang mungil, aku masih mengingatnya. Boneka ini ia berikan saat aku berulang tahun. Saat itu umurku masih 15 tahun. Waktu itu aku sedang istirahat dan tiba-tiba dia datang kerumahku sambil membawa sebuah bungkusan kado. Aku senang mengingatnya.
Dan ada sebuah sapu tangan berwarna biru, ini membuatku kembali mengingat kejadian waktu itu.
“aku minta maaf karena sudah membuat kesepakatan gila seperti ini, jujur aku kangen banget sama kamu, aku kira dengan tidak ada komunikasi kita bisa berkosentrasi menghadapi Ujian Nasional, tapi aku salah, ini malah membuatku tidak berkosentrasi. Aku kangen banget sama kamu” ucap dia saat kami bertemu dirumahku.
“aku juga kangen banget sama kamu, iya aku maafin kok” jawabku singkat.
“ini ada sapu tangan buat kamu. Simpan ini baik-baik yaa? Fungsi dari sapu tangan ini, aku pengen ini bisa menghapus airmata kamu saat aku nggak ada. Aku gak mau ngeliat kamu nangis sayang”
Bodoh!! Kenapa kenangan ini begitu melekat dalam pikiranku?? Kenapa ketika mengingat semua ini, aku jadi merasa ingin kembali lagi ke masa lalu, masa dimana kita masih ada :’)
Kenyataannya sapu tangan ini memang sedikit membantuku, ini selalu aku gunakan saat aku menangis, terutama saat aku menangisi nya. Hubungan yang singkat dan begitu penuh cerita ini aku tuliskan di sebuah Diary kecil milikku.
Saat aku sedang memikirkannya, saat kami sedang bertengkar, semua saat-saat itu selalu aku tuliskan di Diary ini. Seperti anak kecil saja yaa? Tolong jangan tertawakan ini, karena Diary ini akan benar-benar berarti ketika seseorang yang kita sayangi pergi. Diary inilah satu-satunya saksi bisu perjalanan hubungan ini.
Entah kenapa, rasanya sulit melupakan kenangan ini. Sosok dia selalu saja ada di bayanganku, mungkin semua kenangan ini akan aku simpan dalam-dalam, sampai ada sesosok laki-laki yang hadir dalam kehidupanku lagi, yang bisa membangun rumah tangga yang baik. Ah! kenapa khayalanku semakin tinggi saja!!
Aku akan menyimpan kenangan ini baik-baik.
Hubungan yang singkat tetapi di dalamnya memiliki sejuta kenangan. Itulah kita 4 februari 2012 :’)